*Berbicara untuk berbagi,
Mendengar untuk mengetahui,
Bertindak untuk memahami,
Intropeksi untuk memperbaiki,
*Manusia baik, bukan manusia tenpa kekurangan, Namun baik itu justru manusia yang mampu mentransformasikan kekurangannya menjadi manfaat.
*Dunia itu seluas langkah kaki, Jelajahilah dan jangan takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.
*Hidup itu bagaikan kita naik sepeda, Harus terus bergerak biar sepeda itu bisa seimbang.
*Hidup bukan hanya menyesali apa yang telah terjadi, namun juga pelajari apa yang baik untuk kedepannya.
*Keyakinan harus dikuatkan dengan alasan. Ketika keyakian jadi buta, dia akan mati tanpa alasan.
*Adapun yang terjadi semua pasti ada alasannya. Percayalkkanlah semua pasa Allah, agar taka ada kekecewaan.
*Fokuslah pada solusi, bukan masalah yang ada, ikuti kata hati kita, bukan ego kita. Percayalah pada Allah, bukan orang lain.
*Allah menciptakan aku di dunia ini, Allah selalu menjagaku dan selalu mengajariku tentang hidup ini.
*My life, my choises, my proplem, my mistakes, my lessons.
*Hidup buka untuk menerima, but also untuk member. (Take and give)
*Berbicaralah ketika kamu yakin kebenarannya. Diamlah jika hatimu masih rumit memahami segala pertanyaannya.
*Allah bukannya tidak mendengar do’a kita, namun Allah hanya akan mengabulkannya di waktu yang tepat.
*Ketika kita bersyukur akan nikmat_nya, Allah akan melipat gandakan kenikmatan tersebut. Percayalah.
Jangan pernah lupa bersyukur.
Senin
TERSENYUMLAH,,,
Panas telah menyelimuti,
Sepoi angin tak lagi berarti,
Mata yang masih terus memandang keluar,
Meliahat daun – daun berjatuhan,
Merindukan hujan turun perlahan,
Serta pelangi penghias langit,
Mana hujan,
Mana pelangi,
Kicauan burung datang menghampiri,
Seolah berpesan,
Hapuslah air matamu,
Tataplah terus duniamu,
Walau sebenarnya berat, tapi percayalah, semua akan baik – baik saja,
Tersenyumlah pada dunia,
Jangan kamu tersenyum untuk menutupi kesedihanmu, namun tersenyumlah untuk menghapus lukamu.
Teruslah tersenyum, selalulah tersenyum, karna kita tak akan pernah tahu kapan terakhir kita akan membagikannya dengan yang lain.
Panas telah menyelimuti,
Sepoi angin tak lagi berarti,
Mata yang masih terus memandang keluar,
Meliahat daun – daun berjatuhan,
Merindukan hujan turun perlahan,
Serta pelangi penghias langit,
Mana hujan,
Mana pelangi,
Kicauan burung datang menghampiri,
Seolah berpesan,
Hapuslah air matamu,
Tataplah terus duniamu,
Walau sebenarnya berat, tapi percayalah, semua akan baik – baik saja,
Tersenyumlah pada dunia,
Jangan kamu tersenyum untuk menutupi kesedihanmu, namun tersenyumlah untuk menghapus lukamu.
Teruslah tersenyum, selalulah tersenyum, karna kita tak akan pernah tahu kapan terakhir kita akan membagikannya dengan yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)














.jpg)


