Bertemu dengan seseorang yang menurut orang - orang dia galak. Namun entah kenapa itu malah justru membuatku penasaran dengan orang itu. Karna sering aku pulang dan berangkat bareng dan itu tanpa sengaja, akhirnya lama - lama kita kenal.
Awal kita berkenalan, asyiklah ya anaknya. Easy going banget kalau diajak ngobrol.
Lama - lama memang asyik diajak ngobrol. Dan suatu hari ada mapel kesenian. Dan itu adalah tentang musik. Saat itu aku diharusnya membawa gitar jelekku yang entah sekarang sudah jadi apa. hehehehe :)
Rasanya waktu itu musiklah yang memperkenalkan kita. Sebut saja temanku inung. Karna memang teman - teman memanggilnya dengan sebutan inung. Yups inung.
Nama yang cukup bagus dan dia juga bangga dipanggil inung oleh teman - temannya.
Inung selalu ngasih kertas ke aku. Dan itu adalah kertas tentang syair - syair lagu barat. Yang mana dia selalu menjelaskan tentang maksud - maksud dari lagu yang selalu ada di kertas yang dia kasih ke aku. Awal - awalnya aku berfikir, dia adalah orang yang sangat unik.
Datang dengan tiba - tiba memberiku secarik kertas berisi syair lagu yang tak ada sedikitpun kata - kata didalam syair itu salah penulisannya. Iyalah dia kan emang mahir bahasa inggris. Gak di ragukan dech.
Aku cukup lama kenal dengan dia. Namun aneh dengan teman sebangku. Dia selalu gak pernah berani dengan inung. dia selalu bilang inung galak. Aku takut. Padahal aku sering bilang itu hanya pembawaan dia aja. Sampai - sampai banyak orang mengira dia galak. Padahal aslinya dia orang yang asyik banget.
Dialah orang yang memperkenalkan aku dengan lagu - lagu barat. Dari yang mellow sampai yang musiknya merusak telinga. Hehehehehe :)
Gak perlu waktu lama buat tahu sbenarnya dia seperti apa. Karna justru dia orang yang mudah buat aku pahami. Menjadi rasanya berbanding terbalik dengan apa yang di katakan orang - orang tentang dirinya.
Lama - lama aku kenal dia sebagai sahabatku. Sahabat yang sampai kapanpun mungkin aku gak bisa lupa.
Tutur kata dia, message yang dia kirimkan, masukan - masukan dari dia, kritikan, cerita, kertas itu, senyuman itu, dan mungkin jalan yang sering kita lalui saat berangkat dan pulang sekolah. Aku belum bisa lupa.
Rasanya baru kemarin aku mengenalnya. Membawa cerita bersama. Pernah suatu hari dia marah dengan seorang temanku yang dia sedang sakit lumayan parah. Seketika itu, dia berangkat sekolah bersama kedua orang tuanya. Dan waktu itu inung sedang duduk di sampingku. Dan dia ngomong dengan cukup keras. Dan mungkin temanku yang sedang sakit itu dengar.
"Baru sakit gitu aja, sekolah sampai harus diantar ayah ibunya. Aku sakit sampai parah banget aja gak pernah sekolah diantar sama ortu." kata inung.
Sontak aku berbisik "inung, nindya lagi sakit, cobalah pahami kondisi, keadaan dia. mungkin ayah ibunya masih mengkhawatirkan keadaanya sampai - sampai dia harus diantar kedua orangtuanya."
Wajar inung bersikap seperti itu. Dan dia merasa cemburu dengan Nindya yang pada saat itu harus antar jemput orangtuanya. Inung anak semata wayang yang mana ayahnya udah meninggalkan Ibunya dan dia.
Aku usap punggungnya dan aku melihatnya. Aku tak ingin dia merasa kalau Allah tidak adil.
Inung, kamu kuat, kamu bisa jalani kehidupanmu. Nyatanya sampai saat ini kamu masih bisa bertahan. Teman - temanmu selalu ada bersamamu. Teman - temanmu selalu ada saat kamu butuhkan. Mereka care sama kamu nung.
Aku dan inung gak begitu lama. Karna aku kenal dia kelas 2 SMA, dan kita udah jarang ketemu karna kita beda ruang kelas. Karna kelas 3, kita d acak ruang kelasnya lagi. Aku dapat kelas 3 IPA 2 dan dia 3 IPA 1. Tapi waktu itu aku dan dia masih sering kontek - kontekan. Sekdar lewat sms. Belum seperti sekarang yang udah marak banget WA, BBM, dan lain sebagainya yang sejenis itu.
Tapi kita udah tergolong modernlah, daripada dulu yang harus nunggu berhari - hari surat baru datang. hahahahaha :)
Dan akhirnya kita harus nunggu waktu kelulusan. Rasanya berat banget ninggalin temen - temen SMA. Si A, si B, si C, si D, dll. Peluk dari lah ya teman - teman. Mewek deh.
Oke, aku harus maju terus. Aku berfikir, walaupun kita dah sering ketemu, toh kita masih bisa smsan, masih bisa berteguir sapa lewat telfon. Ya, ya, ya,
Dan akhirnya aku melanjutkan sekolah di kota pelajar. Saat itu aku dan inung udah mulai jarang berkomunikasi lewat sms maupun telfon. Rasanya mulai kangen dengan secarik kertas dan tulisan dia. Waktu itu rasanya pingin banget bilang kapan lagi kamu tulis kata - kata dan syair lagu buat aku. Kapan kita nyanyi - nyanyi bareng dengan suara cempreng kita, kapan lagi kamu ngejagain aku, saat temanmu ada yang marah ke aku, kapan lagi aku bisa bermain basket bareng kamu selapas Les dan Ujian Ujicoba, kapan lagi aku bisa menatap senyummu, kapan lagi aku bisa liat saat kamu menggoda teman sebangkuku sampai dia ketakutan dan lari terbirit - birit. Inung, aku pingin kita bercanda bareng - bareng lagi kayak dulu. Apalagi ditambah temman - teman lain yang gak jauh beda baiknya sama kamu.
Hingga suatu hari aku dapat sms singat dan sontak membuatku hilang fikiran dan entah kemana nyawaku. "Ris, Inung meninggal. Tadi siang, kecelakaan."
Ya Allah, airmata ini rasanya menetes begitu saja. Menetes tiada henti. Tanpa aku menyadari saat itu aku sedang Ujian Akhir Semester. Sampai sampai ada yang melihatku menangis. Masih saja Hp ku ku tatapi. Rasanya masih tak percaya dengan sms yang baru saja aku terima. Dan segera aku keluar ruangan. Dan aku telfon temanku yang mengirimkan pesan pendek itu.
Kata - kata di telfon itu semakin meyakinkanku, bahwa sahabatku telah tiada siang tadi.
Badan lemas tak berdaya. Aku duduk di anak tangga. Inung, secepat itukah kamu pergi??
Aku akan selalu mendo'akanmu. Walaupun saat ini kamu udah bener - bener jauh dari pandanganku. Kamu teman terbaik yang pernah aku kenal saat itu. Walaupun orang lain menilaimu, kamu galak, bagiku, kamu orang yang baik.
Inung, tidur yang nyenyak ya. Selamat Jalan. Kebaikanmu tak akan bisa aku lupakan. Kamu tetap abadi di hati teman - temanmu dan juga aku. Maaf waktu itu aku tidak bisa datang untuk bertemu denganmu teakhir kalinya. Maaf, maaf, maaf.Selmat jalan sahabatku. Semoga amal ibadahmu di terima disisi Allah SWT.
Dan yang aku tahu, kamu adalah orang yang sangat rajin beribadah dan juga baca Al-Qur'an.
Semoga amal yang akan menemanimu disana. Aamiin.